Saya pertama kali kenal femina 5 th lalu. Waktu itu saya masih mahasiswa dan sedang nyari buku buat skripsi di toko buku bekas. Iseng saja saya beli femina. Ternyata femina emang ampuh buat mompa semangat saya. Artikel-artikelnya sungguh menginspirasi. Sejak saat itu femina jadi sahabat saya.Thanks femina!
Indri Hapsari Tiaryani, 29 Tahun, Single,
Staff, Yogyakarta
Tiga bulan terakhir ini saya ngebut mengerjakan tesis sampai beberapa edisi Femina terlewat saya baca. Namun di sela-sela saya suntuk karena mengerjakan tesis, saya sempatkan untuk membaca Femina. Dari situ saya mendapatkan ide kembali dan pikiran saya bisa lebih fresh. Terima kasih Femina.